Senin, 26 Maret 2012

Keegoisan Orang Tua Dapat Merubah Segalanya


Keegoisan orang tua dapat merubah segalanya
Karya : Rizqi Amalia Kh
            Pagi itu ashila berangkat sekolah dengan raut muka gembira, sesampainya di sekolah dia langsung menyapa semua teman-teman yang ia lewati.
“tidak biasanya dia beraut wajah gembira dan menyapa kita semua” tanya ina ke temannya
“iya,aku juga merasa ada yang aneh dari shila” jawab ana yang kebetulan temen sekelasnya,
”syukurlah dia tidak cemberut lagi,tapi aku penasaran ada apa dengan shila?” tanya ina lagi,
ana menjawab “bagaimana kalo kita mendengarkan obrolan mereka di kelas?pasti shila akan langsung cerita pada keisha”,
”tidak! Kita tidak boleh begitu, mendingan kita tanyakan sama shila langsung aja daripada kita mendengarkan obrolan mereka yang seharusnya kita tidak boleh dengar”ina menjawab.
            Shila tidak mendengar dan tidak mempedulikan perbincangan mereka. Shila memang tidak mempunyai musuh, tetapi banyak yang iri dengan kepandaian shila dalam ilmu matematika. Shila terburu-buru ingin menceritakan ini kepada sahabatnya Keisha, sesampainya di kelas shila langsung menemui keisha dan bercerita mengapa hari ini mukanya (shila) sangat gembira. Shila bercerita panjang lebar,yang dari awal mukanya sangat tidak enak dilihat sampai bisa ceria lagi seperti ini.
            Bel pun berbunyi tanda akan dimulai pelajaran, mereka duduk berdua seperti biasanya. Kali ini bu ritna yang mengisi jam pertama, pelajaran matematika yang sangat digemari oleh shila, shila sangat bersemangat untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh bu ritna, shila memang terkenal dengan kepintarannya dalam bidang matematika. Tetapi bu ritna bingung dengan shila hari ini, bu ritna berbicara dalam hati “tidak biasanya shila seperti ini, biasanya si shila selalu cemberut, tapi syukurlah dia kembali lagi dengan muka cerianya” bu ritna tersenyum pada shila, shila juga membalas senyuman bu ritna, dan untuk menghilangkan rasa penasaran, akhirnya bu ritna bertanya kepada shila sambil bercanda “shila, tumben mukamu sangat gembira pagi ini, tidak seperti hari-hari kemarin” shila spontan menjawab dengan muka malu “hehe, iya bu, ternyata ibu perhatian ya sama shila” spontan satu kelas tertawa dengan jawaban shila. Nilai shila akhir-akhir ini menurun, tidak seperti biasanya, entah apa yang ada difikiran shila. Shila pun bercerita semua kepada sabahatnya, karena ia sangat percaya kepada keisha dalam hal membeberkan rahasianya, shila berharap tidak ada yang tahu tenatang masalah ini kecuali keisha.

            Sambil keisha memberikan masukan kepada shila, keisha juga mendengarkan curhatan shila layaknya keisha sebagai psikolog. Bel istirahat berbunyi dan shila langsung bercerita kepada keisha.
Keisha menanyakan kepada shila “sebenarnya apa yang terjadi?”
Shila menjawab : “sebenarnya ibu dan ayahku akan bercerai” dengan raut memelas
Keisha langsung kaget dengan apa yang diceritakan oleh shila, “hah?! Maksudnya apa? Aku belum mengerti”.
 “maaf selama ini aku belum bisa cerita sama kamu, karena beban pikiranku terlalu banyak sampai-sampai aku lupa bercerita” jawab shila sambil meminta maaf kepada keisha, keisha memaklumi alasan shila itu dengan muka tersenyum yang menandakan keisha memaafkan shila. Lalu shila berbicara dengan nada bercanda “hehehe kamu memang sahabatku yang paling baik sha, untung aku punya kamu” keisha juga menjawab “hahaha ada-ada saja kamu sil, kamu juga sahabat terbaikku”.
            Oke kembali ke topik, shila bercerita lagi dan menjelaskan kepada keisha bahwa orang tuanya akan bercerai, itu sebabnya akhir-akhir ini shila selalu bermuka musam,shila juga sering mendengar ayah dan ibunya berantem.
 “aku ikut sedih mendengar cerita kamu shil, tidak terbayang kalau aku menjadi kamu bagaimana” jawab keisha.
“awalnya memang aku tidak bisa menerima semua ini,aku stress berat, aku tidak nafsu makan, tidak bisa berkonsentrasi untuk belajar, sebab itu nilaiku akhir-akhir ini sangat rendah,tidak seperti biasanya” omong shila.
“lalu bagaimana kamu bisa kembali ceria seperti ini padahal ibu dan ayahmu akan bercerai?kamu senang ayah dan ibumu bercerai? ” tanya keisha heran dengan shila,
shila menjawab “tidak mungkin lah aku senang ayah dan ibuku akan bercerai, aku bisa kembali ceria karena aku berhasil membujuk ayah dan ibuku untuk tidak bercerai dan mengancam mau ini mau itu, ayah dan ibu akhirnya menuruti permintaanku, coba bayangin aja deh sha, kalau misalnya ayah dan ibuku bercerai,aku harus ikut dengan siapa? mau dengan ayah? tapi tanpa ibu apa jadinya aku? ikut dengan ibu? Apa ibu bisa bekerja seperti ayah? Aku tidak mau ibu bekerja banting tulang hanya untuk aku, kan bekerja dan menafkahi anaknya itu adalah kewajiban ayah, aku Cuma mau ayah dan ibu akur kembali, membesarkanku dalam kasih sayang mereka, ibu menungguku pulang dari sekolah, menyiapkan makanan untuk aku dan ayah, aku mau semua itu shaaa” jawab shila sambil menangis.
            Keisha memeluk sahabatnya itu dan ikut bersedih, setelah lama keisha memeluk shila agar dia tenang akhirnya keisha pun membuka mulutnya dan mulai bicara kepada shila untuk memangkan shila “sudah-sudah, yang penting ibu dan ayahmu tidak jadi bercerai kan? Kamu selalu ingat Allah aja, sampaikan apa yang terjadi pada dirimu selama ini, kamu yang sabar ya, Allah akan membalas kesabaranmu, percaya deh sama aku, hapus air matamu ya, aku akan selalu memberikan support untuk kamu, kamu bisa kapan saja cerita kepadaku, sering-sering cerita ya sama aku” sambil menghapus air mata shila.
Shila membalas “iya, selama ini kalau aku senang aku selalu lupa sama Allah, untuk kamu mengingatkannya, terimakasih ya sha atas supportmu janji aku akan sering cerita ke kamu, aku bangga punya sahabat yang selalu ada buat aku”, keisha hanya tersenyum.   Mereka bercerita sambil tertawa, kemudian ada laki-laki mendengar cerita mereka dibalik pintu dan dia langsung teriak-teriak kalau ayah dan ibu shila akan bercerai, ternyata laki-laki itu bernama tom yang sering menjaili shila, shila menangis menahan malu. Keisha tidak tega melihat shila menangis dan keisha pun menghampiri tom yang sengaja menjailin shila untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oleh tom. “Maksudnya apa membuat sahabatku menangis begitu!! Tidak cukup puas kamu sering menjaili shila!! bagaimana kalau kamu ada di posisi dia!! Dasar Cowok songong! Bisanya Cuma nangis dan ngadu ke mama!! Dasar anak mama!! Minta maaf sama shila apa aku tonjok kau!” tiba-tiba kalimat itu terucap oleh keisha. keisha memang pemberani dalam menghadapi hal apapun, apalagi orang seperti tom.
            Akhirnya guru BK datang dan mengundang tom,keisha dan shila untuk menuju ke ruang BK. Di ruang BK tom disuruh meminta maaf kepada shila dan mereka bertiga disuruh bersalaman tanda adanya kedamaian. Tetapi guru BK balik bertanya kepada shila “apakah benar yang tadi diucapkan oleh tom?”, shila langsung menghentikan isak tangisnya itu dan menjawab bu guru “iya memang benar bu, tetapi ayah dan ibu tidak jadi bercerai karena mereka kasihan sama aku”, “jadi begitu ya, untuk tom! Kamu harus berani meminta maaf kepada temen-teman yang sudah percaya kata-katamu tadi!” bu guru menjawab dan menyuruh tom, tom menjawab bu guru “baiklah bu, tom kan cowok jadi harus berani dong atas apa yang tom lakuin,untuk shila sekali lagi minta maaf ya, dan untuk keisha awas kamu *nada bercanda* hehehe”jawab tom. Akhirnya semua pertanyaan terjawab, entah itu pertanyaan ina dan ana atau semuanya yang heran melihat perubahan shila. Dan mereka bertiga (keisha,shila,tom) bermain bersama lagi.

Orang tua tidak tahu betapa tertekannya anak jika anak mendengar orang tua berantem dan mementingkan keegoisannya sendiri dibanding kepentingan anak.

Terimakasih, wassalamualaikum